
Smartphone diklaim mampu menunjang kebutuhan penggunanya dan menawarkan kemudahan dibanding dengan perangkat lainnya. Melalui perangkat yang terbilang mudah dibawa, memungkinkan penggunanya melakukan kegiatan melalui perangkat mereka, seperti mengirim pesan, posting ke media sosial, melakukan browsing, bahkan berbelanja online.
Kendati demikian, aktivitas yang dilakukan pengguna, terutama belanja tersebut bisa dikatakan tidak aman bagi privasi pengguna karena pengguna akan memberikan datanya, sehingga rentan terhadap terjadinya cyber crime. Berikut 10 cara agar ponsel tetap terjaga dari serangan cybercrime yang dilansir Yahoonews, Rabu (14/1/2015).
01.Periksa URL
Saat sedang melakukan belanja online baik dari perangkat smartphone atau komputer, lebih baik periksa terlebih dahulu ‘https’ pada URL. Hal ini mengindikasi tingkatan level keamanan yang seharusnya muncul sebelum melakukan pertukaran informasi pengguna.
02.Gunakan Password
Menurut Norton sebanyak 25 persen pengguna smartphone melaporkan kehilangan smartphone. Alangkah lebih baik jika pengguna menggunakan password pada smartphone untuk mengantisipasi pada saat smartphone hilang.
03.Gunakan “Find your phone tool”
Aplikasi Find My iPhone (iPhone) dan Find My Phone untuk Android merupakan salah satu aplikasi yang berguna untuk membantu pengguna saat kehilangan smartphone miliknya karena akan tetap terhubung dengan pengguna.
04.Menjaga Konektivitas
Beberapa smartphone telah diatur secara otomatis terhubung dengan WiFi dan perangkat Bluetooth. Dengan menonaktifkan opsi ini, akan mencegah ponsel untuk terhubung dan mengirimkan data tanpa disadari.
05.Gunakan Request Friend
Dengan menggunakan request friend, pengguna dapat menyortir siapa saja yang akan berteman dengan pengguna, jika orang tersebut mencurigakan, pengguna dapat menolak permintaan pertemanan.
Dengan menyortir pertemanan akan memudahkan pengguna terhindar dari kejahatan siber. Pasalnya, melalui kejahatan yang bermula dari pertemanan di media sosial sudah banyak terjadi.
06.Jadilah Pembelanja yang Cerdas
Tidak ada salahnya berbelanja melalui perangkat ponsel, namun pengguna harus ekstra hati-hati dengan beberapa nama vendor yang tidak familiar, terutama pada vendor yang menghubungi pengguna terlebih dahulu, seperti mengirim pesan atau situs media sosial.
07.Periksa Pengaturan Privasi pada Aplikasi
Beberapa aplikasi meminta banyak informasi dari pengguna, termasuk lokasi dan password atau akses ke aplikasi lainnya. Jika mereka (aplikasi) tidak memerlukan semua informasi, maka tolak akses tersebut.
08.Hati-hati Penipuan Pelacak Paket
Saat memesan barang secara online, pengguna biasanya melacak keberadaan barang pesanan dan informasi tersebut akan diberitahu melalui email. Namun, pengguna harus mengecek apakah domain tersebut dari retail yang dipesan oleh pengguna.
Jika domain tersebut tidak sama, kemungkinan itu email penipuan dan memungkinkan pengguna untuk mengklik link palsu dan kemudian akan mengumpulkan informasi pengguna.
09.Hindari Penipuan Jaringan WiFi
Beberapa rumah makan dan kedai kopi telah menyediakan layanan WiFi, namun terkadang, terdapat oknum tak bertanggung jawab yang mengubah nama WiFi seperti nama kedai tersebut.
Penipuan ini akan mengumpulkan informasi dari orang sekitar yang masuk ke jaringan mereka karena tidak mustahil pengguna yang menggunakan WiFi tersebut melakukan transaksi ke bank miliknya.
10.Gunakan Password yang Baik
Pengguna biasanya menggunakan password yang sama untuk beberapa media sosial miliknya, hal ini menjadi rentan terhadap hacking karena jika salah satu situs dapat diretas akan memungkinkan untuk masuk ke situs lainnya. Oleh sebab itu, gunakan password yang sulit di tebak.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.


0 komentar:
Posting Komentar